Mendukbangga Tekankan Resiliensi Mental Remaja dan Konsep 'Ready to Live' Menuju Indonesia Emas 2045

Mendukbangga Tekankan Resiliensi Mental Remaja dan Konsep 'Ready to Live' Menuju Indonesia Emas 2045

Nusantaratv.com - 15 Juni 2026

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji (NTVNews)
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji (NTVNews)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, secara resmi membuka kick-off kegiatan Forum Generasi Berencana (Genre) tingkat provinsi di seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Menteri Wihaji menekankan pentingnya penguatan mental dan resiliensi bagi remaja sebagai garda terdepan dalam menghadapi tantangan peradaban baru dan bonus demografi.

Wihaji menjelaskan bahwa Forum Genre, yang beranggotakan remaja usia 10 hingga 24 tahun, kini bertransformasi. Jika sebelumnya lebih mengedepankan aspek kontestasi, kini forum tersebut diarahkan menjadi ajang kompetisi yang menjaring potensi dari akar rumput.

"Rekrutmennya dimulai dari tingkat desa, kemudian kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Hari ini adalah kick-off di tingkat provinsi yang nantinya akan berlanjut ke tingkat nasional," ujar Wihaji di kantornya, Senin, 15 Juni 2026.

Menteri Wihaji menyoroti munculnya New Civilization atau peradaban baru yang datang tanpa diundang, terutama dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi dan Kecerdasan Buatan (AI). Ia mengingatkan agar remaja tidak dikendalikan oleh teknologi, melainkan memanfaatkannya sebagai alat bantu.

"Saya titip satu kata untuk masa depan: resilient. Bagaimana anak-anak remaja kita punya kesiapan mental untuk bangkit. Teknologi dan AI itu luar biasa, tetapi jangan sampai manusia justru diatur oleh teknologi," tegasnya.

Sebagai fondasi, Wihaji mengajak para remaja untuk kembali ke nilai-nilai dasar melalui Delapan Fungsi Keluarga. Hal ini dianggap krusial untuk menjaga kesehatan mental generasi muda di tengah perubahan zaman yang masif.

Mengenai strategi pemerintah dalam membekali remaja menghadapi Bonus Demografi 2045, Wihaji mengungkapkan bahwa fokus utama kementeriannya adalah penguatan sumber daya manusia (SDM) dari hulu ke hilir. Saat ini, sekitar 60 hingga 69 persen penduduk Indonesia berada di usia produktif (14-65 tahun).

Untuk memastikan potensi ini tergarap maksimal, Wihaji memaparkan lima program prioritas kementerian:

1. Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

2. Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak).

3. Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).

4. Super App berbasis AI untuk pelayanan publik.

5. Lansia Berdaya.

"Tugas kementerian kita adalah memastikan warga negara di usia produktif ini diisi dengan penguatan SDM yang komprehensif," tambahnya.

Kepada seluruh duta Genre dan pengelola Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Menteri Wihaji berpesan agar mereka menjadi contoh bagi rekan sebaya di tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Ia menekankan perlunya membekali remaja dengan 'senjata' berupa ilmu dan pedoman hidup agar mereka benar-benar siap menghadapi masa depan.

"Senjata itu adalah ilmu dan pegangan atau pedoman agar mereka tahu secara komprehensif apa yang saya sebut dengan siap hidup, atau ready to live," pungkas Wihaji.

Dalam acara tersebut, turut hadir perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan AI bagi remaja Genre, sebagai bagian dari upaya literasi digital di kalangan generasi muda.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close