IM Satria Duta Cahaya Buat Kejutan Besar, Tahan Juara Dunia GM Gukesh Dommaraju di Olimpiade Catur 2026

IM Satria Duta Cahaya Buat Kejutan Besar, Tahan Juara Dunia GM Gukesh Dommaraju di Olimpiade Catur 2026

Nusantaratv.com - 18 September 2026

IM Satria Duta Cahaya diwawancara usai pertandingan lawan GM Gukesh Dommaraju pada babak ke-2 Olimpiade Catur 2026 (tangkapan layar YouTube FIDE.Com)
IM Satria Duta Cahaya diwawancara usai pertandingan lawan GM Gukesh Dommaraju pada babak ke-2 Olimpiade Catur 2026 (tangkapan layar YouTube FIDE.Com)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Pecatur muda Indonesia International Master (IM), Satria Duta Cahaya (elo rating 2412), membuat kejutan besar di panggung catur dunia setelah berhasil menahan imbang Juara Dunia asal India, Grand Master (GM) Gukesh Dommaraju (2703).

Prestasi gemilang tersebut ditorehkan Duta saat membela Tim Putra Indonesia menghadapi India pada babak ke-2 Olimpiade Catur 2026, Samarkand, Uzbekistan, Kamis (17/9). 

Meski elo ratingnya hampir 300 poin di bawah lawan, namun hal itu tak membuat Satria Duta berkecil hati. Ia tampil sangat tenang dan disiplin saat berhadapan dengan salah satu pecatur terbaik di dunia itu. 

Memegang buah putih, Satria memulai dengan bidak e4 dan membawa pertandingan ke pembukaan B41 Sicilian Defense, Kan, Maroczy bind Reti Variation. 

Konsistensi Duta tetap terjaga saat laga memasuki permainan tengah (middle game). Setiap kali Gukesh mencoba bermanuver, Duta langsung memaksa untuk melakukan pertukaran perwira. Tak memberi ruang kepada lawan untuk mendominasi dan mengendalikan pertandingan. 

Sampai permainan akhir Gukesh tak berhasil mengecoh Duta. Pertandingan tetap berjalan seimbang. Masing-masing memiliki Menteri, satu Kuda dan 5 bidak. Dan sama-sama memiliki bidak tumpuk. Bidak tumpuk Satria f3 dan f4, sementara Gukesh di g7 dan g6. 

Sebelum sepakat berbagi angka, Gukesh masih mencoba menekan Raja Duta yang terbuka. Tapi dengan hanya mengandalkan Menteri, serangan Gukesh menemui jalan buntu hingga akhirnya sepakat berbagi angka di langkah ke-51. 

Hasil analisis Stockfish yang merupakan salah satu mesin atau engine catur digital yang terkuat di dunia juga menyimpulkan pertandingan Duta vs Gukesh harus berakhir dengan remis. 

Berharap Bertemu Gukesh 

Ketika diwawancarai oleh FIDE.Com usai laga, Satria mengungkapkan bahwa ia memang sudah berharap bisa menjajal kemampuan melawan sang juara dunia sejak malam sebelum laga dimulai.

"Semalam sebenarnya saya berharap bisa bertanding melawan Gukesh... Dan saat mengetahui pagi ini saya bertanding melawan Gukesh, tentu saja saya senang tetapi di saat yang sama juga takut, karena dia adalah juara dunia kita yang sangat kuat," ujar Satria.

Mengulas jalannya pertandingan Satria menilai Gukesh berusaha menekan sejak awal untuk menciptakan pertarungan yang tajam dan agresif. Namun, pecatur berusia 18 tahun ini bertindak cermat dengan berfokus menjaga kestabilan posisinya.

"Saya merasa dia ingin mencoba bermain agresif, tetapi saya berusaha menjaga posisi saya tetap stabil. Sebenarnya ada banyak momen di mana dia bisa menekan lebih jauh, tetapi secara mengejutkan dia tidak melakukannya," jelas Satria.

Di fase krisis akhir permainan, Satria sempat melihat celah untuk menekan balik demi mengincar kemenangan penuh. Namun, ia mengambil keputusan matang untuk tidak menanggung risiko yang tidak perlu.

"Di beberapa posisi terakhir, mungkin saya bisa saja mencoba mengejar peluang untuk menang, tetapi rasanya itu akan menimbulkan komplikasi yang tidak perlu, jadi saya memilih menerima hasil imbang," lanjutnya.

Target Incar Norma Grandmaster

Bagi Satria, ini merupakan keikutsertaan keduanya di ajang Olimpiade Catur. Pada Olimpiade sebelumnya di Budapest, ia berhasil meraih norma International Master (IM) pertamanya. Kali ini ia membidik norma GM. 

"Target paling utama tentu saja berusaha mengejar norma GM. Namun jika belum berhasil, saya akan berusaha melakukan yang terbaik untuk membantu tim meraih kemenangan," pungkasnya. 

Sampai dengan babak ke-2, IM Satria Duta Cahaya sudah mengemas 1,5 poin (1 kali menang dan 1 kali remis). 

Posisi Tim Catur Putra-Putri Indonesia di Klasemen Sementara

Olimpiade Catur 2026 di Samarkand, Uzbekistan telah menyelesaikan dua babak dari 11 babak yang dijadwalkan. 

Pada babak ke-2, Tim Putra harus mengakui keunggulan juara bertahan India dengan skor 1,5-2,5. Satu-satunya kekalahan dialami IM Arif Abdul Hafiz (2428) atas GM Nihal Sarin (2718). Sedangkan GM Susanto Megaranto (2488) dan IM Nayaka Budhidharma (2383) remis lawan GM Praggnanda Rameshbabu (2750) dan GM Vidit (2720). 

Dengan hasil ini Susanto Megaranto Cs kini menempati urutan 57 dengan 1 poin dari total 205 tim. 

Sementara Tim Putri yang diperkuat WIM Diajeng Theresa Singgih (2280), WIM Laysa Latifah (2213), WIM Shafira Devi Herfesa (2130), WIM Ummi Fisabilillah (2126) dan WIM Chelsie Monica Sihite (2195) kembali sukses mendulang poin penuh usai menaklukkan Aljazair dengan skor 3-1. 

Kemenangan ini membawa WIM Diajeng Theresa Singgih (2280) menempati urutan 35 dari total 189 peserta. 

Babak 3, Jumat (18/9) Tim Putra Indonesia yang dipimpin Kapten Tim Kristianus Liem akan berhadapan dengan Uganda, Duta main di papan 3 lawan FM Harold Wanyama (2161). Susanto absen digantikan IM Gilbert Elroy Tarigan (2416) di papan 1.

Sementara Tim Putri yang dipimpin Kapten Tim Lisa Karlina Lumondong melawan melawan tim tuan rumah Uzbekistan yang merupakan juara Olimpiade Catur 2022. 

Olimpiade Catur 2026, 16-27 September, diikuti sebanyak 400 tim dari 208 negara. Dengan rincian 208 tim di kategori Open/Putra dan 192 tim di kategori Putri. 

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close