Nusantaratv.com-Perhelatan Eastern Asia Youth Chess Championships (EAYCC) ke10/2026 yang berlangsung di Hainan, China pada 20-30 Agustus lalu menjadi fase penting dalam perjalanan karier pecatur belia Ryu Manson Lieyanto. Karena untuk pertama kalinya remaja asal Surabaya, Jawa Timur itu sukses meraih medali perunggu di kancah catur internasional. Medali perdana dalam kiprah internasionalnya tersebut diraih Ryu nomor catur kilat (blitz) U-14.
Prestasi yang ditorehkan Ryu di Hainan terbilang istimewa karena remaja kelahiran Surabaya 7 Februari 2012 ini baru serius menekuni catur selama kurang lebih tiga tahun sejak 2023.
Hasil tersebut semakin melecut semangat dan motivasi siswa kelas 9 Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya itu untuk berlatih lebih keras demi bisa mengikuti jejak dua idolanya Bobby Fischer (pecatur legendaris dari Amerika Serikat) dan Sean Winshand Cuhendi yang sukses meraih gelar tertinggi dalam catur yaitu Grand Master dan terus menorehkan prestasi.
“Ini memberi saya motivasi untuk ke depannya,” kata Ryu yang didampingi ibunya Dewi Tjandra saat dihubungi, Rabu (9/9/2026).
Bagi putra sulung dari dua bersaudara dari pasangan Herman Lieyanto dan Dewi Tjandra ini catur bukan sekadar permainan untuk mengisi waktu luang. Ada strategi, taktik, kalkulasi, sekaligus tantangan untuk terus mengasah daya pikir.
Seiring proses yang dilaluinya sebagai pecatur saat ini Ryu cenderung lebih menyukai nomor catur kilat.
"Lebih menyukai kilat. Karena tidak terlalu mengur,as energi" kata Ryu ketika ditanya nomor yang paling disukainya.
Meski lebih menyukai catur kilat, namun Ryu menyadari pentingnya menguasai ilmu catur di nomor klasik yang menjadi fondasi bagi setiap pecatur.
"Di bagian posisi," jawabnya singkat ketika ditanya aspek permainan catur standarnya yang masih perlu ditingkatkan.
Ryu bergabung dengan SCUA Gading Serpong sejak 2023. Di sana ia berlatih di bawah bimbingan Grand Master (GM) Sean Winshand Cuhendi.
"Belajar dari seorang Grand Master memberikan motivasi tersendiri. Materi latihan yang diberikan sangat berkualitas, lebih sulit tapi penjelasannya sangat detail. Metode latihannya membuat saya dapat memahami teori-teori catur yang diajarkan," tuturnya.
Dukungan Orang Tua
Di balik perkembangan pesat yang dicapai Ryu, ada dukungan besar dari keluarga. Khususnya sang ibu Dewi Tjandra yang pertama kali mengenalkan olahraga olah pikir tersebut pada Ryu. Dewi Tjandra melihat catur bukan semata-mata soal mengejar gelar atau menjadi juara. Menurutnya, catur memiliki banyak manfaat positif bagi masa depan Ryu.
"Catur meningkatkan kemampuan fokus, disiplin, jiwa kompetitif, dan terbiasa mengejar target juga merupakan hal yang berharga," ujar Dewi Tjandra.
Baginya, proses yang dijalani Ryu jauh lebih penting.
Karena itu, ketika berbicara mengenai biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung perjalanan Ryu, sang ibu memilih melihatnya sebagai sebuah investasi yang bernilai untuk menopang perjuangan Ryu meraih masa depan gemilang.
"Menurut saya semua yang kita usahakan, kita telateni, kita sungguh-sungguh, kita berusaha di dalam bidang apa pun. Tidak dalam olahraga saja, semua yang kita jalani betul-betul, sungguh-sungguh. Itu pasti akan ada hasilnya," tukasnya.
Ryu Manson Lieyanto bersama para atlet peraih medali di Eastern Asia Youth Chess Championships 2026, Hainan-China pada acara apresiasi prestasi pecatur Indonesia yang digagas Ketua Dewan Pembina PB Percasi Eka Putra Wirya
Apalagi, kata Dewi Tjandra, visi dan misi serta konsep pembinaan yang dijalankan PB Percasi sudah sangat baik. Bekerja sama dengan lembaga pendidikan seperti BPK Penabur, Universitas Gunadarma hingga dunia usaha.
Bangga dengan Perkembangan Ryu
Secara terpisah, sang pelatih Grand Master (GM) Sean Winshand Cuhendi merasa bangga dengan perkembangan dan kemajuan yang diraih Ryu.
Menurut Sean, pencapaian Ryu saat ini adalah buah dari semangat dan kesungguhannya dalam berlatih.
"Dia punya kemauan belajar dan semangat berlatih yang luar biasa, serta selalu ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya," tutur Sean.
Sean menuturkan Ryu sudah menjadi muridnya sejak 2021 sebelum ada SCUA Gading Serpong. Hingga akhirnya Ryu bergabung dengan SCUA Gading Serpong dan rutin berlatih secara online.
"Lebih sering online namun terkadang saat libur Ryu suka ke Gading Serpong hingga 1 bulan," ungkap Sean.
Menurut Sean, salah satu faktor penting dalam perkembangan pesat yang diraih Ryu adalah dukungan orang tuanya yang sangat luar biasa.
"Ketika kemauan besar dari anak bertemu dengan support penuh dari keluarga, itu menjadi modal yang sangat kuat untuk berkembang," ujarnya.
Sean percaya dengan usianya yang baru menginjak usia 14 tahun, terbuka luas kesempatan bagi Ryu Manson Lieyanto untuk terus berprestasi.
"Dengan semangat, disiplin, dan dukungan keluarganya, saya percaya potensinya sangat besar untuk terus berprestasi," pungkas Sean.
Menatap Rusia
Ryu Manson Lieyanto akan melanjutkan kiprahnya dengan mengikuti Asian Schools Chess Championships (ASCC) 2026 yang bakal berlangsung di Rusia pada 1-11 Oktober mendatang. Ajang ini menjadi rangkaian penting dalam perjuangan Ryu mewujudkan target terdekatnya meraih gelar Candidate Master. Ryu saat ini mengantongi elo rating 1600-an untuk catur standar, 1700-an catur cepat dan 1800-an catur kilat.
Setelah debut internasionalnya di Eastern Asia Youth Chess Championship 2024 Penang Malaysia. Kemudian tampil di Asian Youth Chess Championship 2026 Shenzhen, China dan Eastern Asia Youth Chess Championship 2026 di Hainan, China pada Agustus lalu dengan raihan medali perunggu dari nomor catur kilat. ASCC 2026 di Rusia akan menjadi event catur internasional keempat yang pernah diikuti Ryu.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh