Waspada! Malware "NoVoice" Menginfeksi Lebih dari 50 Aplikasi Play Store, Sudah Diunduh 2,3 Juta Kali

Waspada! Malware "NoVoice" Menginfeksi Lebih dari 50 Aplikasi Play Store, Sudah Diunduh 2,3 Juta Kali

Nusantaratv.com - 07 April 2026

Ilustrasi. Malware "NoVoice" menginfeksi lebih dari 50 aplikasi Play Store. (Foto: Istimewa via PesselKab-CSIRT)
Ilustrasi. Malware "NoVoice" menginfeksi lebih dari 50 aplikasi Play Store. (Foto: Istimewa via PesselKab-CSIRT)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Ancaman keamanan siber kembali menghantui pengguna Android.

Malware berbahaya bernama "NoVoice" dilaporkan telah menyusup ke lebih dari 50 aplikasi di Google Play Store, dengan total unduhan mencapai 2,3 juta kali.

Melansir Phone Arena, Selasa (7/4/2026), laporan dari Bleeping Computer mengungkapkan, malware ini ditemukan oleh peneliti keamanan dari McAfee. 

"NoVoice" disisipkan sebagai payload dalam berbagai jenis aplikasi, mulai dari pembersih sistem, game, hingga galeri foto, aplikasi yang terlihat aman dan sering digunakan sehari-hari.

Inilah yang membuat serangan ini berbahaya. Pelaku memanfaatkan aplikasi yang tampak tidak mencurigakan untuk menjebak pengguna. 

Setelah aplikasi diinstal, malware akan bekerja di latar belakang, mencoba mengeksploitasi celah keamanan Android untuk mendapatkan akses root.

Jika berhasil, dampaknya sangat serius. Penyerang bisa mencuri data sensitif seperti username dan password, terutama dari aplikasi keuangan. 

Tak hanya itu, malware juga dapat menginstal atau menghapus aplikasi di perangkat tanpa sepengetahuan pengguna.

Yang lebih mengkhawatirkan, beberapa varian malware bahkan sulit dihapus sepenuhnya, bahkan setelah perangkat di-reset ke pengaturan pabrik.

Meski begitu, ada kabar baik. Google memastikan perangkat Android yang telah menerima pembaruan keamanan sejak Mei 2021 relatif aman dari ancaman ini. 

Fitur Google Play Protect juga secara otomatis akan menghapus aplikasi berbahaya serta mencegah instalasi baru.

Menariknya, peneliti menemukan malware ini tidak aktif di wilayah tertentu seperti Beijing dan Shenzhen, China, yang mengindikasikan kemungkinan asal pengembangnya, sebuah taktik untuk menghindari penegakan hukum di negara asal.

Sayangnya, Bleeping Computer tidak mengungkapkan nama lebih dari 50 aplikasi yang terlibat. 

Namun, mereka sempat menampilkan tangkapan layar daftar aplikasi di Google Play Store, termasuk salah satu aplikasi bernama SwiftClean yang diduga membawa muatan berbahaya bernama "NoVoice". 

Aplikasi ini diketahui dikembangkan oleh Biodun Popoola. Malware "NoVoice" sendiri mendapatkan namanya dari teknik unik yang digunakannya, memanfaatkan file audio tanpa suara yang disisipkan dalam kode. 

File ini diputar secara diam-diam agar aktivitas berbahaya dapat berjalan di latar belakang tanpa disadari pengguna.

Google mengimbau pengguna untuk selalu memperbarui sistem keamanan perangkat dan hanya mengunduh aplikasi dari sumber tepercaya.

Sedangkan tips aman untuk pengguna Android, diantaranya selalu update sistem operasi ke versi terbaru, periksa ulasan dan rating aplikasi sebelum mengunduh, hindari aplikasi dengan izin akses yang tidak wajar, serta aktifkan Google Play Protect.

Namun, tetap waspada, karena ancaman siber bisa datang dari aplikasi yang terlihat paling "aman" sekalipun.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close