Usulan Pahlawan Nasional, UIN Jakarta Kaji Rekam Jejak Kakek Prabowo

Usulan Pahlawan Nasional, UIN Jakarta Kaji Rekam Jejak Kakek Prabowo

Nusantaratv.com - 24 Agustus 2026

Pertemuan antara Kerukunan warga Banyumas yang tergabung dalam Seruan Eling Banyumas (Serulingmas) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (FEB UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam rangka koordinasi terkait penelusuran rekam jejak RM Margono Djojohadikoesoemo untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Minggu (23/8/2026). (Foto: Antara)
Pertemuan antara Kerukunan warga Banyumas yang tergabung dalam Seruan Eling Banyumas (Serulingmas) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (FEB UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam rangka koordinasi terkait penelusuran rekam jejak RM Margono Djojohadikoesoemo untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional di Jakarta, Minggu (23/8/2026). (Foto: Antara)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (FEB UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melancarkan penelusuran rekam jejak sejarah Raden Mas (RM) Margono Djojohadikoesoemo.

Langkah ini ditempuh guna memperkuat validasi naskah akademik terkait pengusulan kakek Presiden Prabowo Subianto tersebut sebagai pahlawan nasional.

Upaya ini digarap berkolaborasi dengan forum kerukunan warga Banyumas yang terhimpun dalam Seruan Eling Banyumas (Serulingmas).

Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari Seminar Nasional bertajuk "Perintis dan Kepeloporan RM Margono Djojohadikusumo dalam Meletakkan Fondasi Sistem Keuangan Modern untuk Pembangunan Perekonomian Indonesia".

Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ibnu Qizam, menegaskan kesiapan jajaran akademisinya untuk mengawal penyusunan berkas akhir. Pihaknya merancang kerja riset secara terstruktur dengan membagi tim ke dalam dua fokus utama.

Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo Subianto yang juga pendiri Bank BNI. (Dok. Istimewa)

"Kami membagi tugas ke dalam dua tim utama, yakni tim peneliti dan tim kajian akademis. Perjalanan sejarah RM Margono harus kita lihat secara utuh dan berkesinambungan," kata Ibnu Qizam dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Dia menekankan proses pengusulan gelar pahlawan nasional menuntut keseimbangan antara kedalaman riset historis dan penyebarluasan informasi ilmiah kepada masyarakat.

"Pengabdian perlu semacam publikasi dan diseminasi supaya dua hal ini jalan berimbang. Ini penting untuk memberikan kemantapan agar usulan kita dapat diterima dengan baik oleh pemerintah pusat," ujarnya.

Pria yang dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) tersebut memiliki rekam jejak besar dalam meletakkan dasar ekonomi kerakyatan, perbankan nasional, serta pengembangan koperasi di Indonesia.

Oleh karena itu, Ibnu Qizam menargetkan hasil kajian yang dihadirkan mampu melampaui standar minimal.

"Kalau bisa kita melampaui apa yang menjadi standar. Kami ingin menghadirkan penelitian yang komprehensif guna memperkuat validasi perjalanan dan kontribusi besar RM Margono bagi bangsa," imbuhnya.

Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri berziarah ke makam sang kakek, Margono Djojohadikusumo. (Foto: Tangkapan Layar)

Pada kesempatan berbeda, Peneliti UIN Jakarta Titik Nurhayati membeberkan penelusuran heuristik serta inventarisasi dokumen sejarah kini tengah berjalan intensif.

Tim memfokuskan perburuan data primer dan sekunder ke sejumlah lembaga arsip utama di dalam negeri.

"Kami telah melakukan penelusuran jejak RM Margono di berbagai institusi arsip nasional, termasuk Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), KITLV Jakarta, hingga arsip historis BNI," ungkap Titik.

Langkah ini mencakup pengumpulan surat kabar sezaman, dokumen biografi ilmiah, hingga catatan perjalanan RM Margono dari era kolonial hingga masa awal kemerdekaan.

Riset ini dipastikan tidak hanya berhenti di tingkat domestik, melainkan bakal menembus arsip internasional. Tim peneliti juga menjadwalkan verifikasi data lapangan di sejumlah wilayah, mulai dari Madiun, Malang, Cilacap, hingga Banyumas.

Melalui penggalian mendalam ini, Titik membidik penyusunan rekonstruksi biografi secara utuh beserta penyusunan matriks kelayakan yang sejalan dengan kriteria undang-undang sebelum dokumen diserahkan secara resmi.

Sementara itu, dukungan ketat juga datang dari pihak Serulingmas. Wakil Ketua Umum Serulingmas, Mayjen TNI (Purn.) Wuryanto, mengingatkan vitalnya akurasi dan objektivitas naskah akademik yang tengah disusun agar teruji secara ilmiah.

Dia menggarisbawahi agar proses penilaian di tingkat daerah maupun kabupaten dengan pendampingan pakar tidak dilakukan secara asal-asalan.

"Naskah akademik penilaian di kabupaten dengan pendampingan tidak dilakukan penilaian yang seharusnya (asal-asalan). Harus benar-benar sahih dan teruji. Target kami adalah penyempurnaan naskah akademik ini selesai sebelum November," tukas Wuryanto.

(Sumber: Antara)

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close