PLN EPI Hemat Emisi Karbon 710 Kilogram Lewat Program EPI Clean Energy Day

PLN EPI Hemat Emisi Karbon 710 Kilogram Lewat Program EPI Clean Energy Day

Nusantaratv.com - 15 Juli 2026

Pegawai PT PLN EPI menggunakan mobil listrik (Antara)
Pegawai PT PLN EPI menggunakan mobil listrik (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mencatat pengurangan emisi karbon sebesar 710 kilogram setara CO2 melalui pelaksanaan program EPI Clean Energy Day.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan program tersebut bertujuan mendorong pegawai beralih ke moda transportasi rendah emisi sebagai bentuk dukungan terhadap transisi energi. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta menekan jejak karbon perusahaan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026, Mamit menjelaskan bahwa EPI Clean Energy Day digelar setiap Jumat sebagai implementasi arahan pemerintah, Kementerian BUMN, dan PT PLN (Persero) untuk membangun budaya efisiensi energi sekaligus menekan emisi karbon di lingkungan kerja.

Berdasarkan data pelaksanaan kumulatif selama periode Selasa, 28 April 2026 hingga Jumat, 3 Juli 2026, tercatat sebanyak 246 pegawai telah mengikuti program tersebut.

Dari jumlah partisipan itu, PLN EPI membukukan penghematan emisi karbon sebesar 710,87 kilogram CO2e. Angka tersebut setara dengan penghematan konsumsi 292,3 liter Pertamax dan efisiensi biaya transportasi hingga Rp3,9 juta.

"Capaian tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran pegawai untuk menerapkan gaya hidup rendah karbon sekaligus menjadi langkah awal menuju pencapaian target tahunan program," sebut Mamit.

Menurut dia, upaya mewujudkan transisi energi tidak hanya dilakukan melalui pengembangan teknologi maupun penyediaan energi bersih, tetapi juga harus dibarengi perubahan perilaku seluruh insan perusahaan.

Mamit menilai kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten mampu memberikan dampak besar, baik terhadap kelestarian lingkungan maupun keberlanjutan perusahaan.

"Kami mengapresiasi antusiasme seluruh pegawai yang telah berpartisipasi. Setiap perjalanan yang beralih ke moda transportasi rendah emisi merupakan kontribusi nyata dalam membangun budaya kerja yang lebih efisien, mendukung pencapaian target net zero emissions (NZE), serta menunjukkan bahwa transformasi energi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama," tambahnya, dikutip dari Antara.

Untuk mengukur efektivitas program secara objektif, setiap peserta diminta mencatat riwayat perjalanan mereka. Data tersebut kemudian dikonversi menjadi informasi mengenai besaran pengurangan emisi karbon, penghematan konsumsi BBM, serta efisiensi biaya transportasi.

"Pendekatan berbasis data tersebut memungkinkan perusahaan memantau efektivitas program sekaligus mendorong peningkatan partisipasi pegawai secara berkelanjutan," sebut Mamit.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close