Pemerintah Investigasi Makalah MBG yang Catut Nama Prabowo untuk Kandidat Nobel Perdamaian

Pemerintah Investigasi Makalah MBG yang Catut Nama Prabowo untuk Kandidat Nobel Perdamaian

Nusantaratv.com - 05 Agustus 2026

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari memberikan paparan dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Foto: Antara)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari memberikan paparan dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Foto: Antara)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Pemerintah tengah menelusuri sebuah makalah ilmiah setebal 69 halaman yang membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan disebut-sebut akan diajukan sebagai kandidat Nobel Perdamaian.

Makalah berjudul "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency" tersebut mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi terhadap keberadaan makalah tersebut.

"Lagi diinvestigasi," kata Qodari singkat di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Hal serupa dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan menyampaikan bahwa pihaknya sedang memeriksa keabsahan makalah tersebut.

Makalah itu diketahui menyertakan surat dari Kemendagri dengan nomor ND/KIE/001/I/2026. Benni mengatakan Kemendagri perlu memastikan apakah surat tersebut benar-benar diterbitkan secara resmi oleh institusinya atau justru berasal dari pihak lain.

"Terkait dengan Kemendagri, dari pagi kami sudah dapat informasi itu, sekarang lagi diklarifikasi, apakah itu memang Kemendagri secara kelembagaan atau bagaimana. Kemudian apakah surat yang disampaikan itu benar dari kemendagri atau apa, kita pastikan dulu," ucap Benni.

Kemendagri juga melakukan pengecekan terhadap Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yang namanya turut tercantum dalam lampiran makalah tersebut.

Berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak IPDN, Benni menyebut lembaga tersebut membantah pernah menerbitkan surat yang dimaksud.

"Saya sudah klarifikasi ke IPDN, itu bukan dari IPDN. Kita sudah telepon Pak Rektor, itu bukan dari IPDN," jelasnya.

Selain memeriksa dokumen, Kemendagri juga mendalami pencantuman nama yang diduga merupakan staf Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) dalam makalah tersebut. Nama tersebut memang diketahui tercatat sebagai salah satu staf di Ditjen Polpum.

"Memang ada staf yang namanya Azhar itu di Ditjen Polpum. Nah itu yang tadi Pak Dirjen Polpum meminta klarifikasi secara internal. Sejauh ini saya belum dapat hasil klarifikasi, saya belum dapat update," jelas Benni.

Makalah mengenai program MBG yang dikaitkan dengan pengajuan Nobel Perdamaian 2026 itu sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Salah satu akun yang mengunggah bagian dari dokumen tersebut di platform X adalah @Txtdariugm.

"Nemu paper salah satu author-nya @prabowo paper-nya sebagai ajuan Program MBG untuk diajukan dalam Nobel Perdamaian 2026," cuit akun tersebut.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



1

x|close