Nusantaratv.com - Pelestarian budaya daerah menjadi tantangan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.
Bahasa daerah, aksara, seni tradisional, hingga adat istiadat memerlukan peran generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.
Semangat menjaga warisan leluhur ini diangkat dalam "Batak Culture Summit 2026" yang digelar pada 6-7 November 2026 di Gedung NT Tower, Jakarta Timur.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat, tokoh adat, seniman, akademisi, hingga pelaku usaha untuk merayakan sekaligus memperkuat eksistensi kebudayaan Batak.
Berbagai kegiatan dihadirkan, mulai dari pergelaran tari tortor, pentas seni dan musik gondang, diskusi mengenai filosofi dan makna ulos, workshop budaya, hingga pameran produk kreatif dan UMKM.
Lebih dari sekadar pergelaran, summit ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa budaya Batak memiliki kekayaan sejarah, nilai kehidupan, pengetahuan lokal, dan identitas yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Tantangan terbesar adalah bagaimana membuat budaya tetap relevan di tengah perubahan zaman. Budaya bukan hanya dikenal melalui upacara adat atau pertunjukan, tetapi juga harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, ekonomi kreatif, dan ruang digital.
Melalui kolaborasi antarkomunitas, pemerintah, dunia pendidikan, media, dan generasi muda, pelestarian budaya diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh