Nusantaratv.com-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengecam keras dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI).
“Kami mengecam keras segala bentuk pelecehan terhadap perempuan, termasuk yang dilakukan melalui grup percakapan digital. Tindakan tersebut tidak hanya merendahkan martabat perempuan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang tidak aman, khususnya di ruang akademik,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Selasa.
Ia menegaskan bahwa Kementerian PPPA berkomitmen untuk terus mengawal proses penanganan kasus ini agar para korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, serta keadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Setiap bentuk pelecehan seksual, termasuk yang dilakukan melalui percakapan tertutup di ruang digital, merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun,” kata Arifah Fauzi, dikutip dari Antara.
Kasus dugaan pelecehan ini mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan dalam sebuah grup digital di media sosial. Dalam percakapan tersebut, terdapat pembahasan yang merendahkan perempuan secara seksual, termasuk mahasiswi dan dosen di lingkungan kampus.
Arifah Fauzi juga mengapresiasi langkah cepat pihak kampus yang telah melakukan investigasi awal melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Ia mendorong agar penanganan dilakukan secara menyeluruh dan transparan.
“Kami mendorong pihak Universitas Indonesia untuk melakukan penelusuran dan penanganan secara menyeluruh melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), termasuk memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti terlibat,” kata dia.
Lebih lanjut, ia berharap kasus serupa tidak kembali terjadi, baik di lingkungan Universitas Indonesia maupun di perguruan tinggi lainnya di Indonesia, sehingga ruang akademik tetap menjadi tempat yang aman dan bermartabat bagi semua pihak.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh