Mensos: Pemerintah Masih Matangkan Skema MBG untuk Lansia

Mensos: Pemerintah Masih Matangkan Skema MBG untuk Lansia

Nusantaratv.com - 28 Februari 2026

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf ditemui usai menghadiri pertemuan dengan Perhimpunan Jiwa Sehat di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026. ANTARA/Tri Meilani Ameliya. (Antara)
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf ditemui usai menghadiri pertemuan dengan Perhimpunan Jiwa Sehat di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026. ANTARA/Tri Meilani Ameliya. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan rencana pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat lanjut usia hingga kini masih dalam tahap pematangan konsep. Pemerintah, kata dia, masih menyusun skema terbaik sebelum program tersebut dijalankan secara lebih luas.

"Ya, itu baru mematangkan konsep, ya," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul itu saat ditemui usai menghadiri pertemuan dengan Perhimpunan Jiwa Sehat di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat merespons pertanyaan mengenai perkembangan rencana MBG untuk lansia setelah dirinya bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pada Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menjelaskan sejumlah aspek teknis masih disempurnakan, termasuk skema distribusi dan kesiapan dapur penyedia makanan.

Lebih lanjut, ia menyebut penyediaan makanan direncanakan dilakukan melalui Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), kemudian disalurkan oleh petugas Kementerian Sosial bersama kelompok masyarakat serta tenaga pendamping (caregiver).

"Direncanakan seperti itu, tapi kami masih matangkan dulu ya sehingga nanti dapurnya lebih banyak dan bisa menjangkau lebih banyak lagi lansia," ujar dia, dikutip dari Antara.

Kementerian Sosial menargetkan perluasan cakupan penerima manfaat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

"Kalau kemarin kita melayani sekitar 100 ribu lansia dan sekitar 36 ribu penyandang disabilitas. Ke depan, ya harapan kami ini bisa antara 300 sampai 500 ribu penerima manfaat. Jadi, kita harapkan penerima manfaatnya lebih besar. Tapi semua ini masih dalam perencanaan," ujar dia.

Sebelumnya, Gus Ipul menjelaskan penetapan penerima manfaat MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas akan melalui proses asesmen berbasis data Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.

Data tersebut nantinya disahkan kepala daerah sebelum diserahkan kepada Badan Gizi Nasional sebagai dasar pelaksanaan layanan di SPPG.

Sasaran utama program ini adalah lansia berusia di atas 75 tahun yang tinggal sendiri serta penyandang disabilitas dengan keterbatasan akses pemenuhan gizi harian.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close