Menkop Ajak Mahasiswa Tetap Optimistis Terhadap Program Kopdes Merah Putih

Menkop Ajak Mahasiswa Tetap Optimistis Terhadap Program Kopdes Merah Putih

Nusantaratv.com - 17 Juni 2026

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono usai Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. (Antara)
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono usai Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengimbau kalangan mahasiswa agar tidak memandang pesimis program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), meskipun pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat menanggapi pertanyaan terkait aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung beberapa waktu lalu. Dalam aksi tersebut, salah satu tuntutan yang disuarakan adalah agar program Kopdes Merah Putih dievaluasi dan dilakukan efisiensi pelaksanaan.

“Memang tidak mudah mengoperasionalkan, tapi jangan pesimis. Dan rakyat kan butuh badan usaha, butuh ekonominya bangkit,” kata Ferry di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.

Menurut Ferry, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menggerakkan aktivitas ekonomi produktif di tingkat desa dan kelurahan. Melalui program tersebut, masyarakat ditempatkan sebagai pelaku utama dalam kegiatan usaha yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program tidak hanya sebatas pendirian koperasi, tetapi juga mencakup sejumlah tahapan penting, mulai dari pembentukan badan hukum, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga proses operasionalisasi koperasi itu sendiri.

Karena itu, Ferry menilai program tersebut membutuhkan waktu serta proses penyesuaian agar dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan penyesuaian terhadap target pembangunan Kopdes Merah Putih pada tahun ini. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan program tersebut di berbagai daerah.

“Tapi operasionalisasi itu kan membutuhkan pendekatan yang sifatnya kualitatif, harus berdasarkan feasibility study seperti yang disampaikan oleh DPR. Dan Koperasi Desa ini kan harus profit dan lain sebagainya. Jadi harus ada pendekatan yang kualitatif juga,” kata Ferry.

Sebelumnya, Ferry memperkirakan sekitar 40 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat mulai beroperasi hingga akhir 2026 seiring percepatan pembangunan sarana dan prasarana pendukung di berbagai wilayah.

"Sampai dengan tahun ini, saya perkirakan semua bangunan fisik yang sudah selesai maksimal 40 ribu. Bangunan fisik selesai, operasionalnya diusahakan. Saya rasa sampai akhir tahun ini bisa," kata Ferry dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (11/6).

Ia menegaskan bahwa pemerintah memilih pendekatan yang realistis dalam menjalankan program tersebut dengan tetap mengutamakan kualitas pelaksanaan dibanding sekadar mengejar kuantitas.

Data pemerintah menunjukkan hingga saat ini sebanyak 12.533 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah menyelesaikan pembangunan fisik. Sementara itu, 22.737 unit lainnya masih berada dalam tahap pembangunan.

"Jadi dari 35.000 lahan yang terverifikasi, 22.000-nya sedang pembangunan. Kemudian yang sudah selesai pembangunan fisiknya 12.530," kata dia, dikutip dari Antara.

Ferry juga mengungkapkan bahwa pemerintah sebelumnya telah meresmikan operasional 1.061 Koperasi Merah Putih di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, koperasi tersebut diharapkan memiliki peran strategis dalam memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa maupun kelurahan serta menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close