Nusantaratv.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menekankan pentingnya perubahan budaya dalam menghadapi berbagai krisis, termasuk dalam upaya pemulihan pascabencana di Sumatra.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Refleksi Natal Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Dalam acara Refleksi Natal dan Solidaritas Rimbawan bersama Keluarga Besar Kristiani Kemenhut dan Mitra yang digelar di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026, Raja Juli mengajak seluruh peserta untuk mengingat masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sekaligus merefleksikan perubahan yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga.
"Ada banyak aturan, ada banyak regulasi, ada banyak pranata itu bagian dari perubahan struktural, namun ketika perilaku masyarakat, perilaku individu secara budaya tidak berubah maka perubahan itu sendiri tidak terjadi. Oleh karena itu saya yakin bahwa unit terpenting untuk melakukan perubahan tersebut, perubahan dari hal buruk kepada baik, perubahan dari negatif kepada positif, unit terkecil itu adalah keluarga kita," kata Raja Juli.
Dia mengajak seluruh jajaran untuk memulai perubahan dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya memperbaiki kondisi dunia.
Menurutnya, perubahan yang dimulai dari keluarga dapat berkembang menjadi perubahan kolektif di tengah masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Refleksi Natal Kemenhut tahun ini, yakni "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga".
Dalam kesempatan yang sama, Raja Juli juga berdialog dengan para anggota Manggala Agni yang terlibat langsung di lapangan dalam kegiatan pembersihan lumpur dan kayu di wilayah terdampak banjir di Sumatra.
Selain itu, Menhut turut menyerahkan dana bantuan yang berhasil dikumpulkan selama acara kepada perwakilan Kemenhut untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
(Sumber: Antara)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh