Nusantaratv.com-Komitmen JAPFA untuk membina pecatur junior di berbagai daerah di Indonesia berbuah manis. Program pencarian bibit ini sukses mengorbitkan pecatur muda dari Gorontalo, Taufik Devasya Eda. Berkat performa apiknya di turnamen JAPFA FIDE Rated 2026 pada akhir Mei lalu, Taufik berhasil menambah elo ratingnya menjadi 1859.
Taufik merupakan salah satu pecatur binaan Japfa yang dilatih intensif sejak 2018. Awal ditemukan Japfa, Taufik hanyalah seorang siswa Sekolah Dasar yang gemar bermain catur.
“Taufik ini kita latih dari tidak tahu catur hingga mampu menjadi pecatur junior seperti sekarang. Kita sudah latih sejak tahun 2018. Dari jaman masih kelas 5 SD sampai sekarang sudah hampir lulus SMA,” ujar Rachmat Indrajaya, Corporate Affair Director JAPFA.
Rachmat mengatakan sebagai wujud nyata mendukung perkembangan olahraga di Indonesia khususnya catur pihaknya akan terus melakukan pembinaan pecatur muda di berbagai daerah di Indonesia melalui program JAPFA for Kids.
Program JAPFA for Kids menerapkan proses seleksi ketat secara bertahap selama 6 bulan. Seleksi diawali dengan mencari siswa-siswa sekolah dasar di area program JAPFA For Kids yang memiliki ketertarikan bermain catur. Kemudian dilakukan seleksi awal tertulis untuk melihat kemampuan dasarnya. Setelah seleksi pengetahuan dasar, siswa yang lolos akan diseleksi melalui catur simultan oleh Tim JAPFA Chess Club.

“Anak-anak dilatih secara intensif selama 6 bulan, pada setiap fase pelatihan juga dilakukan seleksi untuk memilih siswa yang memiliki minat dan bakat,” tutur Rachmat Indrajaya.
Setelah pelatihan intensif siswa yang masih bertahan akan berlomba pada JAPFA for Kids Awards Chess Competition. Siswa yang kemudian lolos akan memasuki fase pelatihan intensif dengan tim JAPFA Chess Club.
“Taufik di Fide Rated kemaren berhasil mengantongi 32 point Elo, saat ini elo rating Upik 1859. Cukup baik untuk pecatur junior,” ujar FM Surya Wahyudi, Pelatih dari JAPFA Chess Club.
Surya menyebut hingga saat ini sudah ada lebih dari 10 pecatur junior dalam binaan JAPFA Chess Club. Sebagian dari mereka sudah mampu menjadi atlet daerah yang kuat seperti Taufik di Gorontalo, Vellin di Lampung, Darrel di Jawa Tengah, dan beberapa nama lainnya.
Tahun ini JAPFA sudah melakukan seleksi awal untuk pembinaan pecatur junior. Setidaknya sejumlah 1.600 siswa mengikuti seleksi tertulis di awal program. Hanya sekitar 117 anak yang akhirnya bisa mengikuti seleksi simultan dan berlanjut pada pelatihan selama 6 bulan.
“Harapannya setiap tahun kita bisa mendatkan sejumlah 3-5 bibit pecatur muda yang bisa dibina hingga menjadi pecatur profesional seperti Taufik, Vellin, Darrel, Shaina, Bunga, dan binaan JAPFA yang sudah mulai bagus elo ratingnya,” pungkas Surya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh