Nusantaratv.com - Di balik kesibukan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pucangan 1 Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tersimpan kisah haru sekaligus harapan besar dari seorang janda bernama Tri Wahyuni (52 tahun).
Dia meminta Presiden Prabowo Subianto tak menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Pak, kalau bisa MBG ada terus ya Pak. Jangan libur-libur, kasihan kami. Jangan ditutup ya Pak Prabowo," kata Tri Wahyuni saat ditemui pekan ini.
Bagi Tri Wahyuni, bekerja di SPPG bukan sekadar rutinitas mencari nafkah, melainkan sebuah tali penyelamat bagi ekonomi keluarga.
Sejak suaminya wafat tiga tahun lalu, dia harus berjuang sendirian menghidupi dua anaknya. Kemiskinan sempat memaksa anak pertamanya merantau jauh ke Kalimantan mengikuti kerabat karena keterbatasan biaya.
Baca Juga: Kerja di Dapur MBG, Ibu Mantan ART Kini Bisa Bayar Sekolah Anak dan Tak Lagi Utang Beras ke Tetangga

Tri Wahyuni meminta Presiden Prabowo Subianto tak menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Dok/Istimewa)
Sebelum bekerja di SPPG, Tri Wahyuni bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Saat itu, hidupnya penuh ketidakpastian. Upah yang diterima sebulan sekali seringkali tidak cukup untuk menutupi kebutuhan harian yang mendesak.
"Dulu kalau belum punya beras, saya pinjam ke tetangga atau warung. Nunggu gajian satu bulan sekali. Sekarang, alhamdulillah semenjak ikut MBG, seminggu sekali saya gajian. Saya bisa langsung ke warung beli beras, sabun, sampai gas untuk masak di rumah," kata Tri Wahyuni dengan mata berkaca-kaca.
Untuk itu, dia meminta Presiden Prabowo untuk memastikan program MBG terus berjalan, memberikan berkah bagi dirinya maupun masyarakat luas.
"Mudah-mudahan saya bisa mengabdi lewat (program) MBG ini. Karena MBG ini benar-benar, Pak, saya merindukannya. Dan saya merasa nyaman kerja di sini," tukas Tri Wahyuni.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh