Cakupan MBG 3B Tembus 10,8 Juta Penerima

Cakupan MBG 3B Tembus 10,8 Juta Penerima

Nusantaratv.com - 01 September 2026

Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Wahyuniati dalam diskusi bersama media tentang peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam distribusi MBG 3B di Jakarta. (Foto: Antara)
Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Wahyuniati dalam diskusi bersama media tentang peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam distribusi MBG 3B di Jakarta. (Foto: Antara)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) telah diterima oleh 10,8 juta penerima manfaat hingga 18 Agustus 2026. Data tersebut berdasarkan catatan Badan Gizi Nasional (BGN).

Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Wahyuniati mengatakan, dari total tersebut terdapat sekitar 964 ribu ibu hamil, 2,4 juta ibu menyusui, dan 7,4 juta balita non-PAUD yang telah memperoleh manfaat program.

"Untuk yang sudah menerima sampai tanggal 18 Agustus 2026 dari data BGN itu 10,8 juta, rinciannya ibu hamil 964 ribu orang, ibu menyusui 2,4 juta orang, dan balita non-PAUD 7,4 juta orang," ujar Wahyuniati dalam diskusi bersama media di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

Wahyuniati menyebut pelayanan MBG untuk kelompok 3B saat ini didukung oleh 24.606 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Kemendukbangga/BKKBN turut mengoptimalkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berjumlah sekitar 139 ribu orang. TPK tidak hanya bertugas menyalurkan makanan, tetapi juga memberikan edukasi kepada keluarga penerima manfaat.

"Ini kami internal dan bekerja sama juga dengan dengan BGN melakukan beberapa penguatan ya. Jadi, penguatan yang sudah dilakukan itu pelatihan atau edukasi karena TPK memiliki dua tugas dalam MBG 3B, yang pertama distribusi, yang kedua edukasi itu," katanya.

Menurut Wahyuniati, peningkatan kapasitas TPK diperlukan agar pendamping di lapangan memiliki pengetahuan yang memadai saat memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi kepada kelompok 3B.

"Kita sudah melakukan pelatihan khusus edukasi untuk TPK itu nomor satu, kemudian nomor dua, pelatihan fasilitator MBG 3B bagi provinsi. Penguatan itu ditujukan untuk tenaga-tenaga yang ada di level provinsi sehingga nanti provinsi itu bisa turun ke lapangan melatih yang ada di lapangan," paparnya.

Selain pelatihan, Kemendukbangga/BKKBN juga telah menyosialisasikan panduan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) MBG 3B kepada petugas lini lapangan, termasuk TPK.

"Jadi, panduan KIE MBG 3B sudah disusun dan sudah disosialisasikan, kemudian, pelatihan teknis pendampingan makan bergizi dan edukasi pola konsumsi pangan sehat bagi kader-kader penyuluh keluarga berencana (PKB) tahun 2026," tuturnya.

Wahyuniati menjelaskan berbagai penguatan tersebut dilakukan untuk mendukung pencapaian target nasional sebanyak 21 juta penerima manfaat. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk membantu menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Dengan penguatan peran TPK, pemerintah berharap distribusi MBG 3B dapat berjalan tepat sasaran sekaligus memberikan pemahaman kepada keluarga mengenai pola konsumsi pangan yang sehat dan bergizi.

(Sumber: Antara)

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close