BGN Hentikan Sementara 240 SPPG karena Belum Penuhi Standar

BGN Hentikan Sementara 240 SPPG karena Belum Penuhi Standar

Nusantaratv.com - 12 Mei 2026

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Citaringgul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 11 Mei 2026. ANTARA/M Fikri Setiawan (Antara)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Citaringgul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 11 Mei 2026. ANTARA/M Fikri Setiawan (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan pihaknya menghentikan sementara operasional sekitar 240 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah karena belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.

“Sekarang sudah ada 240-an yang kita suspend atau dihentikan sementara, karena ada hal-hal yang harus dipenuhi,” kata Dadan usai meresmikan SPPG di Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Dadan, penghentian sementara dilakukan karena sejumlah SPPG belum memenuhi persyaratan kesehatan dan kelayakan operasional, mulai dari sertifikasi hingga kondisi ruangan yang dinilai belum memadai.

Ia menjelaskan beberapa SPPG masih harus melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan.

Selain itu, ada dapur yang perlu dimodifikasi untuk mencegah potensi kontaminasi silang dalam proses pengolahan makanan.

“Ada juga yang ruangannya harus dimodifikasi supaya tidak disilang terkontaminasi, ada juga beberapa ruangannya terlalu kecil,” ujarnya.

Dadan menegaskan bahwa sertifikat SLHS menjadi syarat wajib bagi seluruh SPPG yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Wajib, karena itu satu bagian dari SPPG yang dikeluarkan dari Dinas Kesehatan,” katanya.

Ia juga menyebut operasional SPPG dapat dihentikan sementara apabila dalam waktu satu bulan sertifikat tersebut belum diterbitkan.

“Biasanya setelah satu bulan kalau SLHS-nya belum keluar, operasinya akan dihentikan sementara,” kata Dadan, dikutip dari Antara.

Meski demikian, BGN disebut terus melakukan peningkatan kualitas dan efektivitas layanan Program MBG secara nasional.

Dadan mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 28.390 SPPG di seluruh Indonesia yang melayani sekitar 62 juta penerima manfaat.

“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan SPPG di Citaringgul dan SPPG ke-14 yang ada di Kecamatan Babakan Madang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dadan juga menyoroti tingginya antusiasme siswa terhadap Program MBG.

Ia bahkan menyebut ada siswa yang mulai menyukai sayuran setelah mengikuti program tersebut.

“Bahkan, ada beberapa yang tidak suka sayur jadi suka sayur, saya kira ini tren yang bagus,” kata Dadan.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close