Nusantaratv.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan duka cita atas bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari.
"Kami berduka atas kabar longsor dahsyat yang terjadi pada Sabtu dini hari di salah satu kecamatan di Jawa Barat. Doa dan simpati kami sampaikan kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan," kata AHY, dikutip Rabu, 28 Januari 2026.
Dia menegaskan, pemerintah bergerak cepat dalam menangani dampak bencana tersebut. Di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, penanganan teknis di lapangan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama unsur terkait lainnya.
"Alat-alat berat sudah dikerahkan. Menteri Pekerjaan Umum, Bapak Dody Hanggodo, sudah langsung saya koordinasikan dan beliau juga datang ke lapangan," ungkapnya.
Dia menjelaskan, meskipun alat berat telah disiagakan, proses penanganan menghadapi tantangan berupa kondisi tanah yang belum stabil. Situasi tersebut menyebabkan alat berat belum dapat dioperasikan secara optimal demi menjaga keselamatan petugas dan mencegah risiko longsor susulan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Istimewa/Kemenkoinfra)
"Kondisi tanahnya belum sepenuhnya stabil, sehingga alat-alat berat belum bisa langsung diizinkan beroperasi. Tentunya kita berharap kondisi ini segera membaik agar proses penanganan dapat dipercepat," jelasnya.
Hingga saat ini, operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) masih terus dilakukan untuk menemukan korban yang diduga masih tertimbun material longsor. Pemerintah memastikan seluruh upaya dilakukan secara terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan.
Berdasarkan laporan tim SAR gabungan, hingga Senin, 26 Januari 2026 telah berhasil dievakuasi 29 jenazah korban longsor dan diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi. Dalam operasi pencarian hari tersebut, ditemukan empat jenazah hingga pukul 13.00 WIB, sementara sekitar 61 korban lainnya masih diperkirakan tertimbun.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii menyampaikan bahwa dari total jenazah yang dievakuasi, sebanyak 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara proses identifikasi terhadap korban lainnya masih terus berlangsung oleh aparat kepolisian.
"Pemerintah hadir dan akan terus bekerja bersama seluruh pihak terkait untuk menangani dampak bencana ini, memastikan keselamatan, serta membantu pemulihan bagi masyarakat terdampak," pungkas AHY.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh